top of page

Seni Basa-basi: Ternyata Obrolan “Sepele” Lebih Penting dari Yang Kamu Kira

  • Writer: Jordyano Marcho Hong Diyanto
    Jordyano Marcho Hong Diyanto
  • May 1
  • 4 min read

Pernah gak sih kamu sedang di acara kantor dan menikmati makanan dan minuman namun mendadak diajak berbicara oleh rekan kerja yang tidak kamu kenal sebelumnya. Dia mendadak berkomentar “Wah ternyata ramai sekali ya yang mengikuti acara ini”, mendadak pikiranmu kosong, kamu tidak tahu harus menjawab apa. Mungkin kamu hanya tertawa canggung, atau menjawab dengan bergumam sesuatu yang tidak jelas. Mungkin setelah itu kamu lanjut mengambil camilan atau meminum dari gelas di tanganmu. Apakah situasi ini terasa familiar?


Mungkin banyak Eüdiance yang kerap kali berpikir bahwa basa-basi itu hanya percakapan tidak penting dan dangkal. Fungsinya hanya untuk mengisi keheningan sebelum percakapan yang “sesungguhnya” dimulai. Namun bagaimana kalau pemikiran ini sebenarnya keliru? Bagaimana kalau ternyata basa-basi merupakan keterampilan penting yang perlu kita miliki? Ya, kamu tidak salah dengar, ternyata dalam ilmu psikologi sosial, basa-basi merupakan pondasi dalam hubungan interpersonal sehari-hari. Bahkan hal ini berkaitan dengan kesejahteraan dan kesuksesan profesional loh. Mari kita telusuri lebih dalam mengapa hal ini penting dan bagaimana sih caranya meningkatkan keterampilan basa-basi ini.


Mengapa Basa-Basi Tidak Sesepele Yang Kamu Kira

Basa-basi kerap kali dianggap sebagai sesuatu yang remeh. Namun sebenarnya basa-basi punya makna yang lebih dalam dibandingkan hal itu. Ketika kita melakukan basa-basi dengan orang di sekitar kita, maka kita sedang menunjukkan keterbukaan dan rasa aman. Ini adalah langkah pertama dalam interaksi kamu dengan orang lain. Interaksi ini akan mencerminkan kehangatan, keterbukaan, kepercayaan, dan niat baik. Bayangkan basa-basi seperti sebuah pintu masuk ke sebuah rumah. Tanpa kamu mencoba untuk membuka pintu ini, maka akan sulit untuk kamu melangkah masuk ke rumah orang lain ataupun membiarkan orang lain masuk ke rumahmu.


Mungkin kamu berpikir “Namun susah rasanya untuk basa-basi dengan orang lain”. Tenang saja, kamu tidak sendirian, banyak orang yang punya pemikiran yang sama denganmu. Terhubung dengan orang lain memang bukan hal yang mudah, inilah kunci kenapa basa-basi semakin menjadi sesuatu yang penting. Karena ini basa-basilah yang menjadi jembatan dalam keterhubungan itu sendiri. Dengan memulai suatu percakapan sederhana yang mungkin “remeh” justru bisa membuat kamu atau orang lain merasa lebih baik, hangat, bahkan bisa memperbaiki suasana hati seseorang. Ingat bahwa sekalipun kamu menilai dirimu sebagai pribadi yang “introvert”, pada dasarnya semua manusia adalah makhluk sosial loh.


Keterampilan Nyata di Balik Percakapan Yang Baik

Basa-basi sebenarnya bukan hanya berbicara mengenai topik ringan seperti cuaca atau musik. Ini tentang keterampilan interpersonal kecil yang menjadi pondasi dasar dalam membantumu terhubung dengan orang lain. Keterampilan basa-basi yang akan membangun kesan bahwa kamu orang yang enak dan menyenangkan untuk diajak berbicara. Keterampilan basa-basi ini juga sebenarnya dibangun diatas keterampilan lain yakni:

  1. Mendengarkan Secara Aktif: Kebanyakan dari kita hanya mendengarkan untuk merespons bukan untuk benar-benar memahami apa yang disampaikan oleh orang lain. Sebaliknya mendengarkan secara aktif berfokus kepada upaya kita untuk memberikan perhatian penuh, melihat apa yang penting bagi lawan bicara, bahkan mencoba memahami perasaan lawan bicara kita. Inilah salah satu keterampilan kunci yang akan kamu lihat ketika menjalani konseling dengan Psikolog. Inilah alasan dibalik perasaan “merasa didengarkan”.

  2. Rasa Ingin tahu: Keterampilan kedua yang kerap kali dilupakan adalah rasa ingin tahu, padahal sebenarnya dalam suatu percakapan kita tidak harus mengambil peran sebagai orang yang paling banyak berbicara. Sebaliknya kita bisa mengajukan berbagai pertanyaan terbuka dan menunjukkan rasa ingin tahu yang sesuai terkait lawan bicara kita.

  3. Keselarasan non-verbal: Mungkin kamu sudah sering mendengar bahwa komunikasi tidak hanya terdiri secara verbal atau non-verbal. Sebaliknya justru mayoritas pertukaran pesan yang terjadi dalam komunikasi bersifat non-verbal loh. Inilah mengapa kontak mata, anggukan kepala, dan bahasa tubuh yang terbuka menjadi hal yang penting dalam menunjukkan keterlibatan.


Mengapa Sebagain Dari Kita Merasa Kesulitan dan Sesungguhnya Itu Wajar

Kalau kamu merasa bahwa basa-basi merupakan hal yang sulit, melelahkan, bahkan menyakitkan, kamu tidak sendirian. Ada berbagai alasan yang membuat kamu bisa merasa seperti itu. Individu dengan kecemasan sosial, tipe kepribadian tertentu, masalah dalam atensi, atau tumbuh di lingkungan yang cenderung tidak punya gaya komunikasi yang hangat bisa menjadi penyebabnya.


Penting untuk diingat bahwa kesulitan dalam basa-basi dengan orang lain bukanlah permasalahan karakter. Ini mungkin tanda bahwa kamu pernah belajar untuk berhati-hati dalam berinteraksi sosial. Mungkin ada kejadian masa lalu yang menyebabkan efek traumatik dan membuatmu memandang lingkungan sekitar penuh ancaman.


Tapi pengalaman masa lalu tidak perlu menjadi belenggu yang membatasimu. Tujuan dari mencoba untuk basa-basi dengan orang lain bukanlah untuk menjadi orang yang sangat ramah, supel, atau hangat. Tujuannya adalah untuk membantumu memperluas zona nyamanmu, membangun koneksi dengan orang lain, dan membantumu menemukan support system yang sesuai untukmu. Mulai dari satu interaksi kecil pada satu waktu. Satu langkah kecil demi satu langkah kecil sesuai dengan ritme yang nyaman bagimu.


Saran Praktis Untuk Meningkatkan Keterampilan Basa-Basimu

Sampai disini kamu mungkin bertanya, kalau begitu apa langkah praktis yang bisa kamu lakukan. Nah jawabannya adalah:

  1. Perkaya pengetahuanmu dalam berbagai hal sederhana. Kamu tidak harus menjadi ahli dalam semua topik, namun punya sedikit informasi terkait hal-hal seperti buku, musik, seni, film, ekonomi, politik, tren tertentu, ataupun berbagai topik lainnya bisa membantumu untuk merasa lebih percaya diri dalam berbasa-basi dengan orang lain

  2. Biasakan untuk bertanya, kamu tidak harus menjadi orang yang paling banyak berbicara. Kamu hanya perlu mengajukan pertanyaan terbuka dan menunjukkan rasa ingin tahu kepada orang lain. Kamu bisa bertanya mengenai hobi, cuaca, tempat tinggal, pekerjaan, olahraga, ataupun topik ringan lainnya.

  3. Mulailah mencoba melakukan basa-basi dalam lingkungan yang nyaman buatmu. Mungkin dimulai dari rekan kerja di kantor, teman satu kuliah dalam acara kampus, kenalan dalam komunitas keagamaan, atau forum online.

  4. Mulai dari langkah kecil. Kamu tidak perlu memaksa dirimu untuk selalu memulai basa-basi dengan semua orang. Lakukan ini satu kali dalam satu waktu dan lihat bagaimana kamu menjalaninya. Tentunya pengalaman pertama mungkin tidak selalu mulus, namun seiring kamu mencoba maka kamu akan semakin terbiasa. Ingat pratice make it perfect.


Siap mencoba?

Minggu ini, pilih satu momen sehari yang tidak terlalu berisiko dan jadikan sebagai kesempatan berlatih. Satu pertukaran singkat, satu pertanyaan lanjutan, satu senyuman. Kamu tidak harus sempurna. Kamu hanya perlu hadir. Jika interaksi sosial secara konsisten terasa membuatmu kewalahan atau mulai mengganggu kehidupan sehari-harimu, berbicara dengan psikolog dapat membantumu memahami apa yang ada di baliknya dan membangun keterampilan dalam ruang yang suportif serta aman.

bottom of page