top of page

Tahun Baru, Tapi Kok... Aku Gini-gini Saja?

  • Writer: Jordyano Marcho Hong Diyanto
    Jordyano Marcho Hong Diyanto
  • Jan 9
  • 4 min read

Pernahkah kamu berpikir “Sudah tahun baru saja ya, tapi kok aku gini-gini saja?”


Person in black hoodie sits on a stool, resting head on knees next to a snow sculpture in misty, snowy landscape. Mood is pensive.

Mungkin kamu merasa tidak banyak hal yang berubah dalam hidupmu. Kamu masih bergumul dengan kendala yang sama. Kamu masih merasa kehilangan arah atau mungkin merasa tidak bertumbuh. Mungkin juga kamu merasa bahkan di awal tahun yang baru ini, rasanya kamu masih tidak punya energi dan tidak antusias menjalani tahun 2026.


Kalau kamu merasa begitu, tenang saja kamu mungkin tidak sendirian. Hal ini juga dialami oleh banyak orang loh. Disaat ada yang semangat membuat resolusi tahun baru, ada juga individu yang justru cenderung mengalami low mood. Tentunya ada berbagai faktor yang bisa memengaruhi ya. Beberapa faktor umum yang sering menjadi penyebab hal ini adalah holiday stress, masalah finansial, perasaan kesepian, masalah hubungan, atau ada juga yang teringat duka di masa lalu.


Beberapa orang juga cenderung mengalami low mood karena cenderung overthinking. Misalnya buat teman-teman yang membandingkan dirinya dengan orang lain, mungkin ada yang merasa orang lain lebih sukses, lebih menarik, lebih bahagia. Mungkin ada yang berpikir mengapa orang lain bisa pergi liburan ke tempat yang bagus di saat ia hanya bisa diam di rumah atau bahkan mungkin harus tetap bekerja. Penggunaan sosial media juga menjadi salah satu faktor yang biasanya membuat kita mudah overthinking.


Terus, apa yang bisa saya lakukan?

  1. Salah satu hal yang penting untuk kamu lakukan adalah cobalah ambil waktu untuk menggali apa yang menyebabkan kamu cenderung merasa sedih, tidak bersemangat, ataupun perasaan negatif lainnya. Ini mungkin tanda bahwa sudah waktunya kamu berhenti sejenak dan mengecek perasaan serta kondisi kesehatan mentalmu.

  2. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah self-care. Meskipun kita baru saja melewati “holiday season” bukan berarti kamu sudah melakukan self-care untuk dirimu loh. Mungkin justru kemarin-kemarin kamu terlalu sibuk dengan berbagai “perayaan” sehingga kamu tidak menyempatkan waktu untuk melihat ke dalam dirimu.

  3. Kamu juga bisa mencari orang yang bisa mendengarkan ceritamu. Terkadang sangat mudah bagi kita untuk mengisolasi diri ketika berhadapan dengan masalah dan perasaan negatif. Namun keberadaan orang lain yang bisa menjadi tempat cerita, memberi dukungan, dan membantu menenangkan bisa punya dampak yang sangat signifikan bagi kesehatan mental kita.

  4. Take a break of social media. Terkadang perasaan sedih, cemas, dan overthinking yang kita alami mungkin dipengaruhi oleh konten yang kita konsumsi di media sosial. Inilah mengapa semakin banyak seruan untuk “take a break” dari media sosial untuk membantu individu menjaga kesehatan mentalnya. Ini bisa jadi salah satu hal yang bisa kamu coba.

  5. Mencoba konseling atau bertemu dengan tenaga kesehatan mental profesional. Mungkin kamu merasa bahwa 4 tips di atas tidak cukup membantu. Mungkin masalah ini di tingkat yang lebih serius untukmu sampai membuatmu sulit tidak, tidak bisa fokus, mengurangi produktivitas, dan mengganggu keseharianmu. Apabila ini hal yang kamu alami, maka mungkin kamu perlu mempertimbangkan untuk bertemu Psikolog.


Inilah 5 hal yang mungkin bisa kamu lakukan untuk membantumu mengatasi emosi negatif yang muncul. Namun mungkin kamu masih terus bertanya-tanya kenapa ya kamu terus merasa “gini-gini” saja, nah bagian berikutnya mungkin bisa membantumu.


Mengapa di tahun baru, saya terus merasa begini-begini saja?

Dalam psikologi sebenarnya ada satu jawaban yang paling sering muncul yaitu “tergantung”. Jawaban ini selalu paling relevan karena psikologi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari manusia dan tentunya manusia merupakan mahluk hidup yang kompleks. Inilah mengapa mungkin ada berbagai alasan yang bisa saja membuat kamu merasa “gini-gini” saja dan alasan tersebut bisa saja berbeda dari orang lain. Inilah mengapa pergi ke konseling bisa membantu karena Psikolog yang menemanimu akan mendalami kisah yang kamu alami yang tentunya akan berbeda dengan kisah orang lain. Namun secara umum mungkin beberapa alasan di bawah ini dapat membantumu untuk menggali sumber permasalahanmu.

  1. Karier dan ekonomi mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat kamu merasa tidak berkembang. Mungkin kamu merasa tidak ada banyak perkembangan dan perubahan baik dari segi karier dan ekonomi. Mungkin kamu berada di karier yang sama selama bertahun-tahun dan mulai kehilangan gairah dari karier tersebut. Mungkin kamu terus bekerja keras namun ekonomimu tidak kunjung membaik. Mungkin juga kamu berada di masa ekonomimu lebih dari cukup, usaha atau kariermu sukses, namun kamu tidak tahu harus bertumbuh ke arah mana lagi.

  2. Rutinitas yang monoton. Beberapa orang mungkin merasa tidak ada “stuck” di satu titik karena hanya terjebak dalam rutinitas yang sama. Bangun, makan, bekerja, pulang, tidur. Beberapa individu yang merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton ini kerap kali merasa hampa, tidak termotivasi, dan juga mengalami kebosanan. Ini bisa jadi alasan kamu merasa “begitu-begitu” saja.

  3. Masalah berkaitan dengan hubungan romantis. Salah satu alasan yang juga kerap kali membuat orang merasa “stuck” ketika ada permasalahan berkaitan dengan hubungan. Misalnya ketika kamu merasa kesepian karena tidak punya pasangan. Ada juga klien-klien yang merasa hubungannya tidak bertumbuh atau tidak berprogres. Bagi beberapa orang, ada yang terus berkonflik untuk hal yang sama berulang-ulang. Berbagai isu yang berkaitan dengan hubungan romantis juga bisa membuat kamu merasa “begini-begini” saja.

  4. Jarang merasakan emosi positif atau merasa kekurangan makna. Ini juga merupakan alasan yang cukup sering muncul. Ada individu yang mungkin berkembang dari segi karier, ekonomi, dan hubungan namun dia tetap merasa ada yang hilang. Mungkin merasa tidak bahagia, hidup sia-sia, atau merasa mati rasa. Perasaan ini bisa muncul sekalipun individu tidak mempunyai masalah yang spesifik. Biasanya untuk kasus seperti ini individu akan disarankan untuk melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan emosi positif.


Sebagai penutup, 4 alasan ini hanya beberapa contoh umum ya. Mungkin ada yang sesuai dengan yang kamu rasakan namun bisa juga ada yang tidak sesuai. Itulah kenapa penting bagimu untuk mendalami alasan di balik perasaan tersebut. Tentunya itu bukan hal yang mudah dan butuh waktu serta usaha ya. Itulah mengapa penting untuk kita selalu mencoba mengambil langkah-langkah yang meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental kita. Terus semangat berproses, Eüdiance!

bottom of page