Boundaries in Relationships: Essential, Not Optional!
- Irene Apriani

- Aug 29, 2025
- 3 min read

Pernah merasa lelah karena terus mengiyakan permintaan orang lain, bahkan saat itu mengorbankan kenyamananmu sendiri? Atau mungkin kamu pernah merasa kewalahan karena orang lain terlalu banyak ikut campur dalam hidupmu?
Bayangkan rumah tanpa pintu. Siapa saja bisa masuk tanpa izin, duduk di teras, atau bahkan masuk ke dalam rumah dan mengacak-acak barang sesuka hati. Lama-lama, kamu akan merasa tidak nyaman dan kehilangan ruang pribadimu sendiri. Tapi jika ada pagar, kamu bisa menentukan siapa yang boleh masuk, kapan, dan dalam kondisi seperti apa.
Boundaries dalam hubungan bekerja sebagai ‘pagar’ yang menjaga dirimu. Dengan batasan yang jelas, kamu bisa melindungi kesejahteraan emosional, memastikan orang lain menghormati ruang pribadimu, dan terhindar dari kelelahan akibat terus memenuhi ekspektasi mereka.
Mengapa Boundaries Itu Penting?
Menetapkan batasan bukanlah tindakan egois, melainkan cara untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan mental dalam hubungan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa boundaries penting dalam setiap hubungan:
Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional
Tanpa boundaries, kamu bisa merasa stres berlebih, kelelahan emosional, atau frustrasi karena tuntutan yang tidak masuk akal dari orang lain. Dengan batasan yang sehat, kamu bisa lebih fokus pada kesejahteraan diri sendiri tanpa merasa bersalah.
Mencegah Hubungan yang Tidak Sehat
Hubungan yang tidak memiliki boundaries bisa menjadi toxic. Salah satu pihak mungkin mengambil keuntungan dari yang lain, atau muncul perasaan tidak dihargai dan dimanfaatkan. Boundaries mencegah manipulasi, kontrol berlebihan, dan ketidakseimbangan dalam hubungan.
Meningkatkan Rasa Saling Menghormati
Ketika kita menetapkan dan menghormati batasan masing-masing, kita menciptakan budaya saling menghargai. Ini memungkinkan setiap individu merasa didengar dan dihargai.
Meningkatkan Kualitas Hubungan
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang memberi ruang bagi pertumbuhan masing-masing individu. Dengan boundaries, kita bisa lebih jujur dan autentik dalam hubungan tanpa merasa terpaksa atau terjebak dalam ekspektasi yang tidak realistis.
Tanda-Tanda Kamu Tidak Punya Boundaries yang Jelas
Jika kamu mengalami beberapa hal berikut, mungkin saatnya mengevaluasi boundaries dalam hidupmu:
Sulit mengatakan "tidak" meskipun itu mengorbankan kebutuhanmu sendiri
Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain
Takut mengecewakan orang lain sehingga selalu mengutamakan mereka
Sering merasa dimanfaatkan dalam hubungan tanpa mendapatkan timbal balik yang seimbang
Merasa lelah secara emosional dan kewalahan dengan rasa bersalah untuk memenuhi setiap tuntutan/permintaan orang lain
Jenis-Jenis Boundaries
Boundaries Fisik
Hal ini berkaitan dengan ruang pribadi dan kenyamanan tubuh. Ini mencakup bagaimana seseorang merasa nyaman dengan sentuhan fisik, kedekatan, atau akses terhadap ruang pribadinya. Misalnya: Tidak nyaman dipeluk oleh teman yang baru dikenal dan dengan sopan menolak.
Boundaries Emosional
Membantu kamu menjaga perasaan dan kesejahteraan psikologis. Tanpa boundaries ini, kamu bisa mudah terpengaruh oleh emosi atau masalah orang lain. Misalnya: Menjaga privasi dengan tidak membagikan masalah pribadi ke sembarang orang, atau contoh lainnya dengan tidak membiarkan pasangan atau teman membuat merasa bersalah hanya karena tidak bisa selalu ada untuk mereka.
Boundaries Waktu
Memastikan kita memiliki waktu untuk diri sendiri, pekerjaan, dan kewajiban lain tanpa merasa terbebani oleh tuntutan atau ekspektasi orang lain. Misalnya: Menolak ajakan keluar saat butuh waktu sendiri atau harus mengerjakan tugas.
Boundaries Properti
Menentukan bagaimana orang lain dapat menggunakan atau meminjam barang milik pribadi kita, serta bagaimana kita menghormati properti orang lain. Misalnya: Mengingatkan teman untuk mengembalikan barang yang dipinjam tepat waktu dan dalam kondisi baik.
Bagaimana Cara Menetapkan Boundaries yang Sehat?
Kenali Nilai dan Kebutuhan Kamu
Sebelum menetapkan boundaries, penting untuk memahami apa yang kamu butuhkan dan apa yang membuatmu merasa nyaman. Refleksikan apa yang penting bagi kamu dalam hubungan. Identifikasi situasi yang membuat kamu merasa tidak nyaman atau terbebani.
Komunikasikan dengan Jelas
Sering kali, orang lain tidak menyadari bahwa mereka telah melanggar batasan kita. Oleh karena itu, penting untuk menyampaikan batasan kita dengan cara yang jelas, sopan, dan tegas. Gunakan pernyataan dengan kata “saya” untuk mengungkapkan batasan kamu tanpa menyalahkan orang lain. Contohnya “Saya butuh waktu sendiri dulu setelah bekerja, jadi saya harap kita bisa bicara nanti.”
Belajar Mengatakan “Tidak”
Mulailah dengan menolak hal-hal kecil agar terbiasa. Gunakan kalimat sopan namun tegas, seperti: “Aku tidak bisa membantu sekarang, mungkin kamu bisa minta bantuan dari yang lain dahulu.”
Konsisten dalam Menjalankan Boundaries
Jangan mudah goyah hanya karena ingin menyenangkan orang lain. Jika seseorang terus melanggar batasmu, ingatkan kembali dengan tegas.
Berani Menjaga Diri dari Hubungan yang Tidak Sehat
Jika seseorang tidak menghormati boundaries kamu meskipun sudah dikomunikasikan, evaluasi ulang hubungan tersebut. Jangan ragu untuk memberi jarak atau membatasi interaksi jika diperlukan.
Boundaries dalam hubungan bukanlah sesuatu yang opsional, tetapi merupakan kebutuhan yang harus dihormati oleh semua pihak. Dengan menetapkan batasan yang sehat, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis, saling menghormati, dan bebas dari tekanan emosional yang berlebihan. Jadi, jangan ragu untuk menetapkan boundaries yang sehat dalam kehidupanmu karena kamu berhak untuk dihormati dan dihargai.
"When you say ‘yes’ to others, make sure you are not saying ‘no’ to yourself." Paulo Coelho



