Mengapa kita sering membandingkan diri dengan orang lain?
- Felita Oktaviani

- Sep 29, 2025
- 3 min read
Di era digital seperti saat ini, kita sering kali membuka media sosial dan melihat berbagai foto orang lain yang tampak lebih sukses, lebih cantik atau tampan, lebih kaya, atau lebih bahagia. Tanpa sadar, mungkin kita pernah bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa hidup kita tidak seperti orang lain yang ada di media sosial. Inilah yang kita kenal sebagai fenomena social comparison, atau perbandingan sosial. Fenomena ini merupakan hal yang alami dan dapat terjadi dalam segala situasi, tidak terbatas pada media sosial saja.

Membandingkan diri sering kali dipicu oleh adanya kebutuhan akan pengakuan dan validasi. Umumnya, manusia ingin merasa berharga, diterima, dan merasa cukup dengan dirinya sendiri. Ketika melihat orang lain mendapatkan atau memiliki sesuatu yang kita inginkan, kita menjadi merasa kurang.
Di sisi lain, kita perlu ingat bahwa membandingkan diri adalah hal yang alami dan bermanfaat untuk membantu kita mengembangkan diri. Melihat orang lain yang berhasil dapat menjadi sumber inspirasi yang nyata bagi kita. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita memaknai dan merespons perbandingan tersebut.
Terdapat dua jenis perbandingan sosial:
Upward Comparison (Membandingkan ke Atas): Membandingkan diri dengan orang yang dianggap lebih baik dalam aspek tertentu. Perbandingan ini dapat membuat kita lebih termotivasi untuk mengembangkan diri, namun juga dapat menimbulkan rasa iri atau rendah diri jika berlebihan.
Downward Comparison (Membandingkan ke Bawah): Membandingkan diri dengan orang yang dianggap lebih buruk dalam aspek tertentu. Perbandingan ini dapat membuat kita lebih merasa bersyukur, namun juga dapat menimbulkan rasa sombong atau meremehkan orang lain.
Apa saja tanda-tanda bahwa perbandingan sosial yang kita lakukan masih sehat?
Kamu dapat melihat keberhasilan orang lain dan merasa termotivasi
Kamu dapat menghargai diri sendiri meskipun memiliki perbedaan dengan orang lain
Keseharianmu tidak terganggu karena terus membandingkan diri dengan orang lain
Lalu, apa saja tanda-tanda bahwa kita sudah terlalu banyak membandingkan diri secara tidak sehat?
Mood langsung turun ketika melihat orang lain yang dianggap lebih baik
Misalnya, kamu tidak termotivasi dan justru merasa sedih, cemas, iri, atau rendah diri ketika mengetahui keberhasilan orang lain.
Merasa bahwa diri selalu kurang
Misalnya, kamu kesulitan untuk mengapresiasi pencapaian sekecil apapun yang kamu miliki.
Mengukur keberhargaan dirimu hanya dari standar luar
Misalnya, kamu hanya merasa bahwa dirimu berharga jika memiliki pencapaian yang sama atau lebih tinggi dari orang lain.
Muncul stres, kecemasan, atau gangguan tidur
Misalnya, pikiranmu menjadi penuh karena memikirkan perbandingan dirimu dengan orang lain hingga mengganggu keseharian atau waktu tidurmu.
Merasa takut untuk mencoba hal baru
Misalnya, kamu enggan untuk mencoba karena merasa bahwa orang lain akan melakukannya dengan lebih baik.
Hubungan sosial menjadi terdampak
Misalnya, kamu menjadi merasa iri atau menarik diri dari lingkungan pertemananmu karena merasa tidak setara.
Setelah mengetahui tanda-tanda tersebut, kita juga perlu mengetahui bagaimana cara mengelola diri supaya dapat mengubah perbandingan sosial ini menjadi lebih sehat. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
Batasi paparan media sosial
Media sosial dapat membuat kita semakin sering membandingkan diri dengan orang lain. Terlebih, terkadang yang dimunculkan di media sosial tampak sempurna. Oleh karena itu, kita perlu membuat batasan dalam mengakses media sosial, misalnya hanya 30 menit sehari.
Fokus pada perkembangan diri sendiri
Dibandingkan kita berlarut pada pencapaian orang lain, kita dapat membandingkan diri kita hari ini dengan diri kita yang kemarin. Fokuslah pada tiap pencapaian kecil agak kita dapat lebih menghargai diri sendiri.
Latih rasa syukur
Kita dapat menuliskan tiga hal yang kita syukuri setiap malam supaya dapat fokus pada hal positif yang kita alami.
Fokus pada hal yang dapat dijadikan inspirasi
Jika ada orang yang memiliki pencapaian, tanyakan pada diri: “Apa yang dapat kupelajari dari dirinya?”
Kenali diri sendiri
Kenali dirimu, apa nilai yang kamu anut, tujuanmu, serta kelebihan dan kekuranganmu. Mengenal diri sendiri dapat membuat kita menjadi lebih sulit terpengaruh oleh standar orang lain.
Setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Kita dapat memilihi untuk menghargai dan menikmati proses serta menjadikan pencapaian orang lain sebagai inspirasi, bukan ancaman. Jika kamu merasa kesulitan karena sering membandingkan diri, jangan lupa untuk mencari bantuan profesional ya!



